Halaman

Selasa, 08 November 2011

Pengertian Kebijakan Publik

1.     I. Definisi Masalah Publik

Menurut Stoner( Soegiyono, 1982) yang dimaksud dengan masalah adalah penyimpangan antara yang seharusnya  dengan apa yang benar-benar terjadi .

Menurut Soerjono Soekanto,  masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.( http://organisasi.org/definisi-pengertian-masalah-sosial-dan-jenis-macam-masalah-sosial-dalam-masyarakat, diakses 15/10/2011 )

Theodore Lowi (Winarno,2002) masalah publik dapat dibedakan ke dalam masalah porsedural dan masalah substantif. Masalah prosedural berhubungan dengan bagaimana pemerintah diorganisasikan dan bagaimana pemerintah melakukan tugas-tugasnya, sedangkan masalah substantif berkaitan dengan akibat-akibat nyata dari kegiatan manusia, seperti menyangkut kebebasan berbicara, maupun polusi lingkungan.

Berdasarkan definisi – definisi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa, masalah publik adalah  ketidaksesuaian antara yang seharusnya dengan  yang terjadi di dalam masyarakat .Masalah itu  harus diselesaikan i oleh pemerintah agar tidak menimbulkan gangguan dalam kehidupan bermasyarakat.

1.     II. Definisi Kebijakan Publik

Harold Laswell,  (Naihasy, 2006), kebijakan publik adalah sebagai suatu program yang diproyeksikan pada tujuan , nilai, praktik tertentu.

Thomas R Dye ( Naihasy,2006) , kebijakan   publik adalah segala sesuatu yang dilakukan pemerintah,  mereka yang melakukan , dan hasilnya  membuat kehidupan berbeda.

James Anderson ( 1979) kebijakan adalah arah tindakan yang mempunyai maksud, yang ditetapkan oleh seorang  atau beberapa aktor guna mengatasi suatu masalah.

Samodra Wibawa( 2010)  kebijakan publik adalah setiap keputusan yang dibuat oleh suatu “ sistem politik “ negara, provinsi, kabupaten, dan desa, atau RW dan RT .

Berdasarkan definisi-definisi  tersebut di atas , maka kebijakan publik adalah serangkaian keputusan yang ditetapkan dalam sistem politik oleh lembaga – lembaga dan atau, pejabat-pejabat pemerintah  untuk mengatasi masalah .

.  III. Definisi Analisis Kebijakan publik.
            Menurut Dunn, analisis kebijakan public adalah aktivitas intelektual dan praktis yang ditujukan untuk menciptakan, secara kristis  menilai, mengomunikasikan, pengetahuan tentang  dan dalam proses kebijakan.

Menurut CarlV.Patton & David S. Savicky ( 1993) “ Policy analyst are often required togive advice to policy maker in incredibly short periods of time, in contrast to university researcher and think tank consultant who are hired specifically to conduct intensive research on public policy issues ( Analis Kebijakan sering diperlukan untuk memberikan saran kepada pembuat keputusan dalam periode yang sangat singkat, tidak seperti lembaga-lembaga penelitian  dan konsultan yang dipekerjakan khusus Universitas untuk melakukan penelitian intensif pada isu-isu kebijakan publik)

            David L. Weimer & Aidan  R Vining( 1999)  berpendapat, analisis kebijakan mengandung nilai pragmatis, mengacu kepada keputusan publik  dan tujuannya  melebihi  kepentingan atau nilai-nilai klien melainkan kepentingan-kepentingan atau nilai-nilai sosial.

( Badjuri dkk, 2002) berpendapat , analisis kebijakan adalah sebuah seni didalam memahami sebuah rencana kebijakan publik  yang akan diterapkan oleh sebuah otoritas publik  

Berdasarkan definisi-definisi tersebut di atas, analisis kebijakan publik  adalah  suatu proses  intelektual  dan praktis untuk memahami masalah-masalah publik yang bertujuan untuk mengkritisi  dan mengkomunikasikan keputusan publik yang berorientasi kepada kepentingan publik  dan menjunjung tinggi  nilai-nilai sosial

Selasa, 01 November 2011

PTK Bab III


BAB III
METODE PENELITIAN

A.     Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan oleh Guru sebagai peneliti.
Penelitian Tindakan Kelas merupakan kegiatan pemecahan masalah yang dimulai dari : a) perencanaan (planning), b) pelaksanaan (action), c) pengumpulan data (observing), d) penganalisisan data/informasi untuk memutuskan sejauh mana kelebihan atau kelemahan tindakan tersebut (reflecting).

B.     Tempat dan Waktu Penelitian
  1. Tempat Penelitian
Tempat yang digunakan peneliti untuk melakukan penelitian adalah SD Kristen 04 Eben Haezer Salatiga. Alasan peneliti memilih sekolah ini karena peneliti adalah guru di sekolah tersebut.

2.      Waktu Penelitian
Penelitian akan dilaksanakan pada bulan September  sampai dengan Desember 2011.
                               I.            Tahap persiapan dilaksanakan pada minggu ke-dua Oktober 2011 sampai minggu ke-tiga bulan Oktober 2011.

    1. Tahap pelaksanaan dilaksanakan pada minggu ke-empat  bulan Oktober 2011 sampai minggu ke-tiga  bulan November 2011.

    1.  Tahap laporan dilaksanakan pada minggu ke-empat bulan November 2011sampai minggu ke-empat bulan Desember 2011

C. Prosedur Kerja dalam Penelitian Tindakan yang Ditempuh
Prosedur penelitian yang akan dilakukan mencakup tahap-tahap yang terdiri atas tahap pra siklus, siklus 1 dan siklus 2.
1.         Pra Siklus
a.      Pelaksanaan Tindakan
a.             Pada tahap pelaksanaan tindakan ini guru memberi tes operasi hitung bilangan bulat perkalian dan pembagian sebanyak 10 soal dalam satu jam pelajaran. Soal yang dibuat mengacu pada materi yang sudah diajarkan sebelumnya.
b.            Pelaksanaan tes diagnotis dilakukan secara mandiri oleh masing-masing siswa.
c.             Guru mengamati jalannya pelaksanaan tes diagnotis.
b.      Pengamatan
a.             Guru sebagai pengamat mengamati cara kerja siswa dalam menyelesaikan soal tes formatif
b.            Peneliti dalam tahap ini menanyakan langkah-langkah pengerjaan yang dilakukan sehingga diketahui kesulitan-kesulitan yang dialami siswa. Kesulitan-kesulitan tersebut dicatat untuk melakukan tindakan pada siklus I.


c.       Refleksi
Pada tes diagnotis yang dilakukan diadakan refleksi yang diperoleh baik pada saat pelaksanaan penyelesaian soal cerita maupun dalam temuan-temuan yang ada. Temuan tentang kekurangan maupun kelebihan dijadikan perbaikan pada siklus I.
2.         Siklus I
a.       Perencanaan
b.      Pelaksanaan Tindakan
-          Guru menyiapkan bahan ajar dengan pokok bahasan operasi hitung bilangan bulat .
-          Guru menyiapkan software media pembelajaran operasi hitung bilangan bulat  dan hardware berupa laptop, LCD proyektor
-          Siswa melaksanakan proses pembelajaran yang disajikan guru dengan media pembelajaran multi media.
-          Guru bersama teman kolaboran mengamati jalannya pembelajaran
-          Guru membahas materi yang disajikan.
-          Pada akhir pembelajaran siswa menyelesaikan tes formatif secara mandiri.
-          Siswa diberi pekerjaan rumah.
c.       Pengamatan
-          Guru dan Pengamat mengamati jalannya pembelajaran dan mencatat semua temuan yang ada pada waktu peneliti melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar.
-          Guru dan Pengamat menilai tes formatif siswa.

d.                    Refleksi
Pada akhir siklus diadakan refleksi terhadap proses pembelajaran oleh guru baik kelebihan dan kekurangan yang terdapat pada siklus I, dan terhadap hasil belajar yang dicapai dalam tes formatif I.
3.         Siklus II
Berdasarkan hasil pelaksanaan pembelajaran pada siklus I selanjutnya peneliti merencanakan tindakan pada siklus II.
a.        Perencanaan
b.        Pelaksanaan Tindakan
-       Guru menyiapkan bahan ajar dengan pokok bahasan operasi bilangan bulat
-       Guru menyiapkan software media pembelajaran operasi hitung bilangan bulat  dan hardware berupa laptop, LCD proyektor
-       Siswa melaksanakan proses pembelajaran yang disajikan guru dengan media pembelajaran multi media.
-       Guru bersama teman kolaboran mengamati jalannya pembelajaran
-       Guru membahas materi yang disajikan.
-       Pada akhir pembelajaran siswa menyelesaikan tes formatif secara mandiri.
-       Siswa diberi pekerjaan rumah.
c.         Pengamatan
-       Guru dan Pengamat mengamati jalannya pembelajaran dan mencatat semua temuan yang ada pada waktu peneliti melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar.
-       Gurudan Pengamat ikut menilai tes formatif II
d.                    Refleksi
Data-data yang sudah tercatat dalam lembar pengamatan baik siswa maupun guru serta penilaian dalam menyelesaikan tes formatif dianalisis untuk mendapat simpulan. Hasil dari analisis dicatat apakah pada tiap tahapan sudah menunjukkan peningkatan atau belum. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar agar lebih baik dan meminimalkan kekurangan-kekurangan yang masih  ada. Dengan demikian maka pelaksanaan selanjutnya dapat lebih optimal. Setelah akhir siklus II penulis akan membuat kesimpulan tentang PTK yang telah dilaksanakan.
D.Teknik Pengumpulan Data
1. Sumber Data dan Jenis Data
a.    Sumber Data:            Sumber data penelitian adalah siswa kelas IV SD Kristen 04 Eben Haezer Salatiga
b.      Jenis Data   :   Jenis data yang diperoleh adalah data kuantitatif terdiri hasil  tes dan data hasil observasi pelaksanaan proses pembelajaran.
2. Cara Pengumpulan Data
a.       Data hasil belajar diperoleh dari hasil  tes pada siswa .
b.       Data tentang proses belajar mengajar pada saat dilaksanakan tindakan kelas diambil dengan lembar observasi.
c.       Data tentang refleksi serta perubahan yang terjadi di kelas diambil dari catatan guru dan  pengamat dan hasil tes formatif.
E.  Indikator Keberhasilan
       Pembelajaran operasi hitung bilangan bulat dengan menggunakan media pembalajaran multi media dikatakan berhasil jika 70 % dari jumlah siswa dapat mengerjakan soal operasi hitung bilangan bulat  atau  minimal 70 % mendapat nilai lebih dari 65.( KKM )

PTK Bab II


BAB II
LANDASAN TEORI

A.  Kajian Pustaka

1.      Pengertian  Media Pembelajaran
Media adalah setiap orang, bahan, alat, atau peristiwa yang dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan pembelajar  untuk menerima pegetahuan,  , ketrampilan, dan sikap . Media adalah segala sesuatu  yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan  pesan dari pengirim ke penerima  sehingga  dapat merangsang pikiran , perasaan, perhatian, dan minat  serta perhatian siswa  sedemikian rupa seingga  sehingga proses belajar terjadi ( Sadiman,Arif ,2009)

2.      Kegunaan Media Pendidikan/Pembelajaran
Menurut Sadiman, Secara umum media pembelajaran mempunyai kegunaan – kegunaan sebagai berikut :
1.      Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalisme
2.      Mengatasi keterbatasan  ruang waktu, dan daya indera  seperti :
a.       obyek yang terlalu besar atau terlalu kecil.
b.      Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat.
c.       Kejadian di masa lalu
d.      Obyek yang terlalu kompleks ( misal : mesin-mesin)
e.       Konsep yang terlalu luas ( misal : iklim, gunung berapi )
Menurut Daryanto ( 2010)  Kegunaan Media antara lain :
1.    Menimbulkan gairah belajar, interaksi siswa dengan suber beljar.
2.    Memungkinkan siswa belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori dan kinestetiknya.
3.    Memberi rangsangan yang sama  dan menimbulkan persepsi yang sama.
Menurut Ariif (2008), Media Pembelajaran sangat berpengaruh pada kemampuan dan keberhasilan siswa dalam menerima materi pelajaran khususnya bagi siswa yang kurang menyukai bahan pelajaran yang disampaikan guru.
Penggunaan media komputer  dalam pembelajaran mempunyai dampak :
Pembelajaran dengan menggunakan media komputer dapat memudahkan guru dalam penyampaian pelajaran. Media audio visual yang banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran, biasa dikemas dalam bentuk VCD dan. DVD .

4.      Kelebihan Media komputer ( multi media )
            Media ini memiliki semua kelebihan yang dimiliki oleh media lain. Selain mampu menampilkan teks, gerak, suara dan gambar, komputer juga dapat digunakan secara interaktif, bukan hanya searah. Bahkan komputer yang disambung dengan internet dapat memberikan keleluasaan belajar menembus ruang dan waktu serta menyediakan sumber belajar yang hampir tanpa batas. (Edu-articles.com/Berbagai-Jenis-Media-Pembelajaran diakses tanggal 27/09/2011)

5.      Pengertian Belajar
Slameto( 1995) Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk  memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan , sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkuangannya.
 Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu  itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya. (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999)
R. Gagne (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) hal 22. Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, ketrampilan, kebiasaan dan tingkah laku

Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.  (Wikipedia.)

Dari pengertian belajar tersebut di tas dapat disimpulkan bahwa  belajar adalah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk mengalami perubahan tingkah laku dengan cara berinteraksi dengan lingkungannya dalam rangka memperoleh pengetahuan, ketrampilan dan nilai sikap.


6.      Pengertian  Tes Hasil Belajar
Tes hasil belajar yaitu tes yang menilai sampai dimana hasil belajar yang dicapai siswa, setelah mereka menjalani perbuatan belajar dalam waktu tertentu . Jadi tes ini dilakukan setelah siswa mengalami proses belajar, dan bahan yang dijadikan soal tes tidak keluar dari bahan yang telah dipelajari oleh siswa. ( Slameto , 1988 )



7.      Proses Pembelajaran
Proses pembelajaran adalah proses komunikasi, Proses belajar mengajar  hakekatnya proses komunikasi , penyampaan pesan dari pengantar ke penerima. Pesan berupa ajaran yang dituangkan ke dalam symbol  komunikasi baik verbal maupun non verbal , proses ini dinamakan encoding . Penafsiran symbol-simbol komunikasi oleh siswa dinamakan decoding (  Daryanto ( 2010 ) )


8.      Pengertian Matematika
Menurut Dikmenum,(2005) matematika  berasal dari bahasa latin  mathema yang berarti belajar , dalam bahasa Belanda disebut wiskunde atau ilmu pasti, yang kesemuannya berkaitan dengan penalaran. Ciri utama matematika adalah penalaran deduktif . yaitu kebenaran suatu konsep atau pernyataan diperoleh sebgai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sehingga kaitan antar konsep  bersifat konsisten.

9.      Operasi Hitung:
Operasi hitung yang telah kita kenal adalah penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Operasi hitung tersebut dapat kita lakukan pada himpunan bilangan Asli dan himpunan bilangan Cacah. Bagaimana kita melakukan operasi hitung dengan menggunakan bilangan negatif ? Bilangan negatif muncul karena sutau kebutuhan umat manusia di dalam kehidupannya, yang kemudian dikenal sebagai himpunan bilangan Bulat.(/E-ducation-center.blogspot.com/2009/05/operasi-hitung-pada-bilangan-bulat.html/diakses  tanggal 30 /09/2011 )

C.  Kerangka Berpikir
Keberhasilan proses belajar mengajar khususnya pada pembelajaran matematika dapat dilihat hasil/ prestasi  belajar yang meningkat. Berkembangnya media pembelajaran multimedia  mendorong para guru  untuk melakukan pembaruan  dalam pembelajaran. Media Pembelajaran multimedia  dapat dimanfaatkan oleh guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Media pembelajaran multi media, diharapkan dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas sehingga proses pembelajaran matematika menjadi lebih menarik dan   proses pembelajaran  akan lebih efektif dan lebih bermakna bagi siswa.  
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan untuk memecahkan masalah-masalah yang menyebabkan rendahnya hasil belajar  siswa dalam operasi hitung  bilangan bulat .

Tindakan kelas yang dilaksanakan berupa pengajaran secara sistematik dengan tindakan kelas melalui  penggunaan media pembelajaran multi media oleh guru dalam proses pembelajaran matematika sesuai  perencanaan tindakan kelas yang telah disusun. Tindakan kelas dilakukan secara siklis yaitu setelah tindakan pertama selesai , dilanjutkan dengan siklus I, dan  siklus II .




D   Hipotesis
Berdasarkan hasil tinjauan pustaka dan kerangka pemikiran tersebut di atas,  maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut : ” Penggunaan  media pembelajaran multi media  dapat meningkatkan hasil belajar operasi hitung bilangan bulat pada mata pelajaran matematika.

Rabu, 26 Oktober 2011

Bimbingan Dalam Pendidikan ( dari Fundamentals Of Guidance karangan Shertzer/Stone)

Apa itu “Bimbingan” ?
Bimbingan telah diartikan melalui berbagai macam cara. Sebuah kajian dari banyak buku dan artikel mengenai topik bahasan menyatakan bahwa kata “Bimbingan” digunakan untuk menyatakan kritik dan juga dalil pengarang.  Dengan demikian, banyak kritik dari dahulu sampai sekarang yang menyatakan bahwa kata “Bimbingan” kurang begitu tepat digunakan. Hal ini dan juga pandangan-pandangan yang lainnya akan dibahas secara lebih detail di bagian akhir pada bab ini.
Definisi
Bagaimana “bimbingan” itu diartikan, Apakah artinya? Bagi orang awam, kata “bimbingan” banyak diartikan dari kata dasar “bimbing” yang berarti mengarahkan, mengatur, mengelola atau menegmudikan. Pada dasarnya banyak orang tua memandang seorang konselor/penasihat sebagai seseorang yang membimbing atau mengarahkan anak-anak untuk masuk atau justru menjauhi  pekerjaan tertentu atau pendidikan tertentu.
Arbuckle, Peters, and Farwell, serta yang lainya telah mencoba untuk menjelaskan kegunaan dari istilah tersebut, merujuk pada perbedaan yang tersirat pada kata “bimbingan” yang digunakan sebagai sebuah konsep (gambaran mental), konsruk pendidikan (Intelektual sintesis), dan sebagai pelayanan pendidikan (usaha yang diambil untuk mencapai permintaan). Sebagai sebuah konsep, “bimbingan” berarti pemanfaatan suatu sudut pandang untuk membantu seseorang, sebagai pembangunan pendidikan berarti penyediaan pengalaman yang membantu murid-murid untuk memahami diri mereka, dan sebagai pelayanan pendidikan berarti cara-cara atau metode-metode dan proses terorganisasi guna mencapai sebuah hubungan yang mutual atau saling mendukung.
Belum lama ini murid-murid yang sudah lulus dari sebuah kelas perkenalan yang diadakan oleh penulis telah mengumpulkan lebih dari seratus definisi dari “bimbingan” yang berasal dari berbagai sumber. Pastinya, banyak dari definisi-definisi yang ditemukan merupakan definisi yang terlalu umum atau terlalu luas; maka dari itu kesepakatan tentang arti atau definisi “Bimbingan” harus disepakati sedikitnya oleh mereka yang menulis tentang bimbingan.
Tidak ada usaha yang dilakukan untuk mendukung munculnya sebuah definisi baru atau untuk merangkai kata-kata dalam menciptakan satu rekaan definisi. Bimbingan yang digunakan dalam topik ini adalah  proses membantu seseorang atau individu dalam upaya untuk memahami diri mereka dan dunia mereka.  Dalam membentuk sebuah definisi, diperlukan penjelasan dan pengelompokan kata kunci. Pertama, apa yang dimaksud dengan proses? Proses adalah berbagai macam fenomena yang menunjukkan perubahan secara terus menerus dari waktu ke waktu. Melihat definisi dari proses itu sendiri, maka Bimbingan bukanlah merupakan peristiwa tunggal akan tetapi merupakan usaha yang berlanjut atau bertahap yang berkembang sesuai dengan tujuan. Kedua, apa yang dimaksud dengan membantu? Membantu diartikan sebagai bantuan, bimbingan, atau penghargaan. Banyak pekerjaan yang sifatnya membantu seperti psikiater, psikolog, dan pekerja sosial yang tugasnya mencegah, menerapi dan membantu nyelesaikan kesulitan–kesulitan seseorang. Ketiga, kata “individual” dalam definisi diatas mengacu kepada murid-murid dalam lingkungan sekolah. Bimbingan khususnya dilihat sebagai sebuah bimbingan kepada murid-murid “normal” atau mereka yang membutuhkan bantuan dalam perkembangannya. Keempat, apa yang dimaksud dengan memahami diri mereka dan dunia mereka? Hal ini berarti murid-murid dapat mengenali dan mengetahui diri mereka sebagai individu, menjaga identitas diri, memandang secara jelas siapa diri mereka, dan memahami dunia mereka dan sekeliling dan juga dengan orang-orang yang berinteraksi dengan mereka secara mendalam dan menyeluruh.
TUJUAN
Penjelasan tambahan harus dinyatakan mengenai tujuan dari Bimbingan. Misalnya, apa tujuan dari proses membantu yang mengacu pada pemahaman diri sendiri dan dunia. Gagasan bahwa murid-murid yang memahami diri dan dunia mereka akan menjadi lebih efektif, produktif dan bahagia. Mereka akan menjadi orang-orang yang lebih berguna seperti yang telah dijelaskan oleh Rogers. Melalui bimbingan, murid-murid menerima kewaspadaan bukan hanya tentang siapa, akan tetapi akan menjadi apakah mereka nantinya. Rogers menyatakan tujuan dari profesi yang sifatnya membantu yaitu pengembangan dan perkembangan psikologis terhadap kedewasaan sosial dari diri seseorang.
Baru-baru ini, Smith mengemukakan tujuan dari profesi yang sifatnya membantu tanpa memandang bidang tertentu. Smith menyatakan bahwa suatu pekerjaan harus memberikan pengalaman-pengalaman yang memfasilitasi klien dalam bentuk “semangat, produktifitas, dan kepedulian yang tak berkesudahan”. Pengalaman-pengalaman positif ini di rancang guna memfasilitasi perkembangan seseorang yang peduli terhadap dirinya (menerima, menikmati, memahami dan membuka diri). Mereka produktif dalam hubungannya dengan dunia luar (efisien, berguna seluruhnya, penyesuaian kerja, pintar, kreatif, terhormat dan atraktif di lingkungan dan sangat efektif) dan juga peduli terhadap sesama (kepedulian, cinta kasih, perhatian, cepat tanggap, ringan tangan, pembimbing dalam perkembangan diri yang efektif).
LAYANAN
Layanan Bimbingan adalah tindakan formal yang diambil oleh sekolah untuk membuat bimbingan operasional dan ditujukan kepada murid-murid. Layanan-layanan ini telah disepakati untuk menyediakan tindakan yang melampaui batas minimal fungsi-fungsi sekolah yang serupa. Program bimbingan sering ditemukan di jenjang sekolah menengah pertama yang diorganisasi dalam berbagai layanan:
1.     Layanan Penilaian
Ditujukan untuk mengumpulkan, menganalisa, dan menggunakan berbagai macam fakta dan opini, psikologi, dan data sosial tiap-tiap murid untuk memahami murid lebih baik dan juga membantu memahami diri mereka.

2.     Layanan Informasi
Ditujukan untuk memfasilitasi murid dalam mengambil keputusan didalam lingkungan yang kompleks. Dengan memberikan informasi tentang pendidikan, dunia kerja, dan lingkungan, siswa dapat mengambil keputusan yang tepat.

3.     Layanan Bimbingan
Ditujukan untuk memfasilitasi dalam pemahaman dan pengembangan diri melalui hubungan-hubungan dalam kelompok-kelompok kecil. Fokus utama dari hubungan ini adalah pengembangan diri dan pengambilan keputusan yang berdasarkan pemahaman diri, dan pengetahuan terhadap lingkungan.
4.     Layanan Perencanaan
Penempatan dan tindak lanjut ditujukan untuk memperkuat, dan menambah pengembangan diri murid-murid dengan membantu mereka memilih dan memilah peluang didalam sekolah dan diluar lapangan pekerjaan.

Layanan-layanan ini ditujukan langsung untuk murid-murid. Layanan kelima yaitu evaluasi. Evaluasi digunakan untuk melengkapi layanan-layanan yang tersedia. Namun, evaluasi bukanlah layanan yang secara langsung ditujukan untuk murid-murid. Layanan ini sangat berguna bagi karyawan dan komunitas sekolah. Maka dari itu, di dalam buku ini fungsi evaluasi akan di pisahkan dari layanan bimbingan untuk murod-murid sekolah menengah.

Bimbingan di dalam Pendidikan
Pendidikan adalah aset yang berharga bagi murid-murid dan lingkungan. Pendidikan tidak cukup digambarkan hanya dengan menyebutkan jumlah murid dan karyawan yang dilayani, gedung dan fasilitasya, atau banyaknya penelitian yang telah dilakukan. Meskipun demikian, hal tersebut dapat berguna untuk mengukur perkembangan dan kualitas suatu pendidikan. Pendidikan adalah suatu proses dalam pencapaian tujuan dan aspirasi pribadi. Menurut sejarah dan filosofi, pendidikan mewakili banyak faktor dan usaha yang dilakukan dalam mencapai ideologi Amerika.

Harapan untuk Pendidikan
Murid-murid mencari sekolah untuk membantu mereka menyalurkan semangat dan pikiran-pikiran mereka. Orang tua berharap bahwa sekolah dapat membantu mereka dalam mendidik dan mengembangkan kecerdasan anak-anak mereka. Orang-orang Amerika berharap dengan adanya pendidikan akan dapat menciptakan orang-orang yang mempunyai kepandaian dan keahlian.
           
Sekolah harus waspada dengan berbagai pihak yang ingin memanfaatkanya agar nilai sekolah tidak turun. Dalam kurun waktu 25 tahun di abad 20 ini, sangat jelas terlihat bahwa sekolah-sekolah dasar dan menengah mengalami banyak tekanan yang bisa melemahkan dan mengalihkan tujuan utama sekolah. Misalnya saja, banyak pihak yang menyatakan bahwa sekolah harus menjadi sebuah program gratis untuk anak-anak. Sebaliknya, ada yang berpendapat bahwa sekolah seharusnya menjadi badan atau tempat bernaung yang sifatnya universal yang tidak ditujukan kepada kaum atau pihak-pihak tertentu saja, meskipun sebenarnya hal tersebut menjadi wewenang umum dalam menyikapi tujuan yang telah ditetapkan oleh institusi pendidikan. Maka dari itu, masyarakat dan pengajar professional harus selalu mengupayakan kepemimpinan yang tepat guna mencegah pelemahan institusi pendidikan.

Fenomena perkembangan pendidikan di Amerika sangat jelas oleh semua khalayak umum. Perkembangan ini meliputi peningkatan para pemuda remaja yang mendaftar sekolah. Peningatan pendaftaran ini mulai terlihat sejak perang dunia kedua. Ada dua faktor yang mungkin menjadi penyebab meningkatnya pendaftaran:
1.             Kepercayaan masyarakat Amerika pada pendidikan.
2.             Sistem ekonomi yang mendukung sekolah-sekolah formal.

Pada kenyataanya, teknologilah yang membutuhkan pendidikan agar terus berkembang. Teknologi kita bergantung pada pendidikan yang luas dan beragam. Teknologi pulalah yang memungkinkan pendidikan semacam itu dapat dinyatakan.
Di dalam lingkup ekonomi, nilai dari pendidikan secara signifikan terus naik dimana hal ini merupakan sebuah hal yang baik. Sebuah penelitian ekonomi yang dirangkum oleh Chase Manhattan Bank menunjukan bahwa ada sekitar 24 % pendapatan perkapita di tahun 1929 dan 1957 meningkat dan 44% peningkatan pendapatan didapatkan oleh para pekerja dan buruh yang telah mengenyam pendidikan. Namun, nilai dari pendidikan tidak hanya dilihat dari segi ekonomi. Esensi pendidikan dinilai dari seseorang atau individu yang meningkat kualitasnya dan berguna bagi dirinya dan juga lingkungan sekitarnya. Melalui pendidikan, seseorang memperoleh kesempatan yang lebih untuk mencapai yang diinginkan didalam lingkungan yang bebas berdemokrasi. Serta melalui pendidikan seseorang dibekali kemampuan untuk beradaptasi dalam lingkungan sosial yang selalu berubah-ubah. Horace Mann, Bapak dari Pendidikan Publik, pernah meneliti bahwa pendidikan adalah penyeimbang kebudayaan. Peluang untuk sebuah kesamaan derajad, mobilitas sosial, pilihan pekerjaan, bergantung pada pendidikan. Mantan presiden Johnson menyatakan nilai dari pendidikan adalah demikian:
“Pencarian yang paling bijak hari ini adalah pencarian untuk sebuah kebaikan. Dalam setiap pencarian itu, tidak boleh ada kata menyerah. Dalam setiap tantangan yang kita hadapi, apa yang terbaik untuk dilakukan adalah apa yang harus kita lakukan. Tiap-tiap masalah dan tantangan ini tidak akan hilang  begitu saja.”

Sebuah artikel guna membangun kepercayaan pada pendidikan harus disebarluaskan secara merata pada setiap warga negara di negeri ini. Tidak ada seorangpun atau kelompok yang dapat mengukur sampai di mana seorang individu dapat berkembang. Yang dapat mereka lakukan adalah memberi kesempatan untuk menimba ilmu setinggi mungkin. Kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang merata dilakukan secara bertahap oleh pemerintah Amerika sehingga warganya dapat memperoleh pendidikan minimal Sekolah Menengah. Banyak usaha yang harus diupayakan untuk meningkatkan kesempatan pemuda remaja mendapatkan minimal pendidikan Sekolah Menengah mengingat kehidupan sosial yang kompleks. Hal ini sangat berguna sebelum mereka memasuki tekanan-tekanan dalam dunia kerja, mengingat dunia selalu berkembang dan sangatlah kompleks. Pada masa lampau, pendidikan hanya sekedar menekankan pada pemahaman tentang kedewasaan diri tidaklah cukup untuk menghadapi masa sekarang. Dengan demikian, perluasan kesempatan yang meliputi dua tahun kuliah atau jenjang pendidikan lain yang setara merupakan sebuah konsekuensi yang nyata adanya.

Fungsi Pendidikan
Pendidikan mempunyai banyak fungsi. Fungsi-fungsi ini masih kabur dalam beberapa hal. Jika pendidikan adalah untuk suatu orientasi atau tujuan tertentu, maka fungsi-fungsinya harus dijabarkan secara hati-hati. Apakah kewajiban dari sekolah? Tiga fungsi utama dari pendidikan dapat dilihat dengan jelas dan akan dijelaskan secara singkat dalam bahasan berikut.

Fungsi Perkembangan
Pendidikan mempunyai sebuah tanggung jawab untuk mengembangkan kualitas tertentu yang dimiliki murid-murid. Khususnya, pendidikan harus dapat mengembangkan bakat murid dalam bidang seni, science (ilmu pengetahuan), perubahan sosial, dan filosofi pribadi, dan juga bakat minat mereka dalam pekerjaan. Keunikan dari murid-murid seringkali terlihat pada ekspresi mereka saat mereka mengerjakan apa yng mereka sukai. Melalui pendidikan, murid-murid dapat mengasah bakat minat, kemampuan, dan keahlian mereka.

Fungsi Menyeleksi
Perbedaan dalam keahlian, minat, dan tujuan akan berbeda dari murid satu dengan yang lain. Perbedaan-perbedaan ini menjadi acuan dari tiap-tiap pendidik bahwa pendidikan ditujukan kepada semua murid yang mempunyai beragam kemampuan. Tehnik mengajar atau program pendidikan apapun, tidak akan menghilangkan perbedaan yang dipunyai oleh murid-murid ataupun membuat murid-murid mncapai tujuan tertentu dengan hasil yang sama. Tidak ada sebuah program, bahan ajar, dan tehnik mengajar apapun yang dapat membuat murid-murid mencapai hasil yang sama.

Fungsi Integrasi
Fungsi utama dari pendidikan adalah pengupayaan maksimal bagi tiap-tiap murid agar dapat membaur dengan budayanya. Selain itu lingkungan sosial sangat bergantung pada pendidikan untuk mengembangkan pandangan bersama, sikap, nilai, dan pengetahuan dasar pada anak-anak.
Harus dipahami bahwa, pendidikan formal tidak berusaha menjalankan fungsi-fungsi ini sendirian. Semua pihak yang berkaitan dengan hal ini seperti peran orangtua, gereja,dan yang lainya juga harus mempunyai andil dalam hal ini.

Fungsi Bimbingan
Pengaruh dari pendidikan pada murid-murid sangatlah bergantung pada keefektifan dan kearifan seseorang dalam menentukan tujuan hidup. Harus dimengerti bahwa sekolah menyiapkan murid-murid tidak hanya untuk kehidupan hari ini namun untuk menghadapi kehidupan yang akan datang, 20 tahun lagi misalnya. Pihak-pihak yang berperan di dalam sekolah mempunyai kewajiban untuk mempersiapkan murid supaya murid dapat mengerti dan memahami tujuan hidupnya. Bagaimana anak laki-laki ataupun perempuan menghadapi perubahan sosial, ekonomi, industry, dan politik, tidak hanya tergantung pada kemampuan dan keahlian mereka, tapi juga kepada sikap dan diri mereka sendiri.

Dalam konsep ataupun layanannya, bimbingan ditujukan kepada pemuda remaja dan masa depan mereka.Bimbingan memungkinkan murid untuk dapat menentukan sikapnya sendiri ketika bekerja didalam pendidikan. Jika pendidik banyak yang memandang setiap murid sebagai pribadi yang berbeda-beda, Bimbingan pribadi merupakan suatu usaha mendidik yang memungkinkan murid untuk tidak hanya berfokus pada satu hal saja. Tujuan dari Bimbingan adalah untuk memastikan murid-murid, guru, dan juga orangtua supaya paham tahap-tahap perkembangan anak dan dampaknya dalam pertumbuhan, cara bersikap, dan proses pengambilan keputusan.

Dalam pendidikan, bimbingan mewakili expresi sosial mengenai murid. Tidak ada Negara lain yang mengembangkan tentang Bimbingan seperti apa yang sekolah-sekolah di Amerika lakukan. Bimbingan ini meliputi pemahaman tentang pendidikan, minat kerja, dan informasi sosial yang supaya murid dapat dengan baik menentukan pilihannya. Bimbingan yang lain dapat membantu guru dan pendidik dalam memahami sikologi dan sosiologi muridnya guna membantu mereka dalam proses belajar, memahami diri dan dunia mereka. Landasan dari hal ini adalah:
1. Sudut pandang yang memungkinkan murid saling menghargai satu sama lain.
2. Memahami setiap murid.
3. Pembentukan dan menjaga hubungan yang saling membantu.
4. Koordinasi dan management dari sekolah dan komunitas.

Di dalam pendidikan, pembimbing merupakan orang-orang yang tidak diharapkan untuk menggurui. Mereka berbeda dari guru, karyawan dan orang tua. Pembimbing tidak bertanggung jawab seperti halnya guru yang harus mencapai satu tujuan. Tanggung jawab dari pembimbing adalah menciptakan kondisi yang nyaman sehingga murid dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik.
Kesimpulannya bimbingan ada untuk membantu murid dalam berbagai pengalaman pribadi, kesempatan dan peluang yang tersedia untuk mereka dengan membantu mereka untuk mengenali, memahami, dan bertindak berdasarkan kemampuan dan keahlian mereka. Fungsi utamanya adalah untuk memfasilitasi perkembangan pribadi dari murid-murid.



PRINSIP-PRINSIP DASAR BIMBINGAN
                                        
Kebanyakan buku teks yang digunakan dalam program pengantar bimbingan biasanya membawa pernyataan dari prinsip-prinsip dasar yang mendasari fungsi bimbingan. Dalam banyak kasus, hal ini termasuk pernyataan asumsi, tujuan dan praktek, dan prinsip. Para penulis buku ini berusaha untuk menyajikan sebuah pernyataan prinsip-prinsip dasar (kebenaran fundamental atau doktrin) yang diterima oleh sebagian besar ahli sebagai karakteristik dari fungsi bimbingan. Sumber dari mana prinsip-prinsip ini diambil termasuk Miller, Cribbin, Beck, Wrenn, dan terutama Kehas.
Prinsip I
Bimbingan, terutama dan secara sistematis, berkaitan dengan pengembangan pribadi. Kehas menjelaskan bahwa dorongan dari “pengembangan pribadi” adalah untuk individu mengenai “diri” melalui penyelidikan pribadi yang sistematis. Biasanya upaya sekolah terpusat pada "pembelajaran intelektual" (intelektual learning) dan hanya jika terjadi gangguan dengan perkembangan intelektual, barulah komponen pribadi dan emosional dari pembangunan manusia mendapat perhatian.
Kehas menekankan bahwa pendidikan didefinisikan sebagai "keterlibatan dengan belajar" Selanjutnya, sifat utama (primary nature) dari pekerjaan praktisi bimbingan adalah pengembangan kepribadian, sedangkan sifat utama keterlibatan guru adalah pengembangan intelektual pada individu. Ciri program bimbingan, ada dalam membantu siswa memperoleh pengetahuan tentang diri, untuk memahami pengalaman mereka. Kehas menyatakan, "Konsep pengembangan pribadi ini mengasumsikan bahwa adalah diperlukan sekali bagi individu untuk memiliki kesempatan baik untuk berpikir tentang jenis diri yang sedang mereka bangun dan yang telah dibangun, dan untuk menghadapi diri mereka sendiri dengan arti mereka melengkapi pengalaman mereka dan konsekuensi seperti karakter yang akan dimiliki pada masa depan mereka sendiri". Oleh karena itu bimbingan dapat dikonseptualisasikan sebagai perlengkapan sekolah untuk memungkinkan siswa menciptakan makna dalam hidup mereka.
Prinsip II
Modus/cara utama yang dilakukan bimbingan terletak pada proses perilaku individual. Karena bimbingan berkaitan dengan pengembangan pribadi’ materi pelajaran adalah dunia pribadi masing-masing siswa. Bimbingan praktisi memanfaatkan wawancara pribadi, hubungan konseling, sesi tes interpretasi, dan sejenisnya untuk memajukan pemahaman siswa terhadap struktur internal mereka sendiri. Melalui metode ini individu dapat memeriksa dunia yang mereka ciptakan sendiri dan makna yang dapat diambil dari pengalaman pribadi. Miller menunjukkan bahwa bimbingan yang beroperasi dalam zona dimana dunia persepsi individu sendiri yang unik berinteraksi dengan urutan eksternal peristiwa dalam konteks kehidupan mereka. Maka, proses dan praktek yang digunakan oleh personel bimbingan dirancang untuk membantu individu untuk memahami keadaan subjektif dan kondisi eksternal sosial dengan lebih baik. Tujuan dari operasi praktisi adalah bahwa individu menguasai pengalaman mereka, sikap, dan makna dalam rangka melakukan kontrol atas pengembangan pribadi.



Prinsip III
Bimbingan berorientasi pada kerjasama, bukan paksaan. Siswa tidak bisa dipaksa untuk tunduk kepada bimbingan. Bimbingan terjadi dengan persetujuan bersama dari individu-individu yang terlibat. Persetujuan diberikan baik secara eksplisit maupun implisit. Tidak adanya paksaan atau tekanan adalah ciri bimbingan. Ketika siswa tidak mau diserahkan pada personel bimbingan, kebencian dan perlawanan yang biasanya hadir harus diperhitungkan dan diselesaikan. Bimbingan tergantung pada motivasi internal, dan/atau kemauan untuk berubah, bukan pada paksaan atau ancaman eksternal. Tekanan menciptakan ketidakpercayaan ketimbang perbaikan.
Prinsip IV
Bimbingan didasarkan pada pengakuan martabat dan nilai individu serta hak mereka untuk memilih. Rasa hormat diberikan orang-orang karena mereka adalah individu-individu yang memiliki nilai dan martabat dan karena mereka adalah manusia. Bimbingan terletak pada keyakinan dalam martabat dan pentingnya individu, dalam kesetaraan esensial manusia, dan kebutuhan mereka untuk menggunakan kebebasan. Hal ini menekankan pada posisi tertinggi dari individu yang telah menjadi benang tak terputus dalam pemikiran demokratis. Permasalahan mendasar terletak pada integritas individu - mereka memiliki hak untuk diperhatikan sebagai pribadi yang unik dan tidak bisa diganggu.
Selanjutnya, individu harus memiliki kesempatan maksimum untuk memilih tujuan hidup mereka dan memilih sarana untuk mencapai tujuan ini. Inti dari kebebasan adalah penentuan nasib sendiri. Ini melibatkan kekuatan untuk bertindak secara positif menuju tujuan yang dipilih. Tentu saja, kebebasan untuk membuat pilihan dan untuk bertindak atasnya adalah penting untuk pengembangan pribadi. Dengan menggunakan kebebasan ini individu mengembangkan rasa tanggung jawab dan pengendalian diri.
Prinsip V
Bimbingan adalah proses pendidikan yang dilakukan terus menerus dan berurutan. Ini harus dimulai sejak sekolah dasar dan terus berlanjut ke jenjang berikutnya; harus disatukan dalam satu tema; dan diintegrasikan dengan keseluruhan program sekolah.
Mungkin Wrenn telah menyimpulkan dengan sangat baik prinsip-prinsip ini ketika dia bertanya apa yang penting dalam pekerjaan bimbingan siswa dan merespon dengan mengutip berikut dari sudut pandang personel pendidikan:
  1. Di atas segalanya, tenaga pelayanan di bidang pendidikan didasarkan atas melihat siswa secara total (seeing the learner totally).
  2. Kita berdedikasi untuk memperlakukan siswa dengan martabat, untuk menghormati integritas dan haknya untuk pemenuhan diri.
  3. Lingkup pekerjaan personil berkaitan dengan rencana siswa untuk masa depan serta hidup optimal di masa kini.
  4. Kita adalah pendukung utama dari perbedaan individu di sekolah.
  5. Personil bekerja tergantung pada metodologi yang bervariasi, individu yg satu berbeda dgn individu yg lain dalam hal kecocokan dengan sebuah metode (one that is fitted to the end to be served).
  6. Sama seperti konsepsi terbaik dari konseling adalah suatu hubungan kreatif antara konselor dan siswa, jadi unsur penting dalam semua pekerjaan personel adalah kualitas hubungan yang dibangun antara pekerja dan pelajar, antara pekerja dan kolega.
  7. Akhirnya, personil layanan harus tetap dalam aliran pusat/utama upaya pendidikan.